Hello from MU plugin

Kapolri Turunkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, Sekuritas dan Individu Disorot

Array
Komentar 0
kapolri-jenderal-suyudi-ario-seto-1791943189538_169

Jakarta – Polri akan menyelidiki dugaan pelanggaran dan tindak pidana di sektor pasar modal dengan menerjunkan tim dari Bareskrim. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan informasi serta pengaduan yang telah diterima kepolisian.

 

Kapolri Suyudi Ario Seto menyampaikan hal itu seusai mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara pada Jumat (16/10/2026). Ia mengatakan, penyelidikan akan diawali dengan pengumpulan alat bukti untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran.

 

Menurut Suyudi, bukti-bukti yang diperoleh akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah selanjutnya. Polri, kata dia, akan bertindak tegas guna memberikan kepastian hukum atas persoalan yang terjadi di pasar modal.

 

“Dan tentunya dengan alat bukti yang akan kami kumpulkan, kami akan melakukan tindakan yang tegas dalam rangka memberikan kepastian hukum terkait dengan permasalahan di dunia pasar modal ini,” ujar Suyudi.

 

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pihak yang menjadi sasaran penanganan tidak terbatas pada perusahaan sekuritas. Individu yang diduga memiliki keterkaitan dengan pelanggaran di pasar modal juga masuk dalam perhatian.

 

“Yang disampaikan Pak Kapolri itu termasuk sekuritas dan perorangan yang terindikasi terlibat,” kata Dasco.

 

Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan tajam yang melanda pasar saham domestik. Pada awal perdagangan Jumat (16/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 8,01 persen ke posisi 5.393,924 atau terkoreksi 469,856 poin.

 

Penurunan tersebut memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt di Bursa Efek Indonesia. Tekanan jual terlihat mendominasi pasar, dengan 595 saham mengalami penurunan, sementara 14 saham menguat dan 33 saham tidak mengalami perubahan.

 

Berdasarkan data perdagangan saat itu, volume transaksi mencapai 5,36 miliar saham dengan nilai Rp905,152 miliar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 105.728 kali. Trading halt merupakan penghentian sementara aktivitas perdagangan ketika penurunan IHSG mencapai batas tertentu sesuai ketentuan yang berlaku di BEI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Logo ATM - GIF 02-Small

POPULER

REKOMENDASI

MUNGKIN ANDA MELEWATKAN INI

iklan02