Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan disiapkan untuk mengelola transportasi laut menuju dan antarwilayah Kepulauan Seribu mulai 2027. Sejumlah pulau, seperti Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Pramuka, akan disiapkan sebagai terminal utama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Transjakarta telah mengajukan penambahan fasilitas untuk mendukung pengelolaan transportasi laut tersebut. Besaran penambahan modal untuk penugasan baru itu masih dalam tahap penghitungan.
“Jadi fasilitasnya pasti mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk transportasi ke Pulau Seribu,” kata Pramono di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Menurut Pramono, pengalihan pengelolaan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta kepada Transjakarta diharapkan dapat menata layanan transportasi laut secara lebih profesional.
Selain pengelolaan, Pemprov DKI juga akan menghitung kembali skema tarif. Warga Kepulauan Seribu saat ini termasuk dalam 15 kelompok penerima Kartu Layanan Gratis (KLG) transportasi umum. Jika layanan laut juga diberikan secara gratis bagi warga setempat, biaya operasionalnya akan menjadi beban Pemprov DKI.
Pramono sebelumnya menyatakan transportasi menuju dan antarwilayah Kepulauan Seribu tidak lagi dikelola Dishub DKI, melainkan diserahkan kepada Transjakarta sebagai BUMD mulai 2027. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi akses masyarakat dari Jakarta menuju Kepulauan Seribu maupun sebaliknya.
Pemprov DKI saat ini tengah menyiapkan kajian terkait pengalihan pengelolaan tersebut, termasuk kebutuhan fasilitas, modal, serta skema tarif transportasi laut.











Leave a Reply