Hello from MU plugin

Target 13 Juta Motor Listrik pada 2030, Bamsoet Tekankan Pentingnya Produksi Lokal

Array
Komentar 0
sebagai-bentuk-penghargaan-setelah-pandemi-covid-19-berakhir-ketua-mpr_200505194600-828

Jakarta – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik global. Pengembangan sepeda motor listrik menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk mendorong kemandirian energi sekaligus memperkuat industri manufaktur dalam negeri.

 

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Bambang Soesatyo, saat menghadiri peluncuran sepeda motor GODA Galatic Series di Jakarta, Minggu (11/10/2026). Bamsoet yang juga merupakan Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) menilai Indonesia perlu memaksimalkan potensi pasar domestik untuk membangun industri kendaraan listrik yang kompetitif.

 

Menurut Bamsoet, pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya mendorong peningkatan jumlah pengguna. Pemerintah dan pelaku industri juga perlu memastikan proses produksinya melibatkan tenaga kerja Indonesia, memanfaatkan komponen lokal, serta mendukung penguasaan teknologi nasional.

 

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, anggota Komisi III DPR RI Sudin, Direktur BAIS TNI Brigjen TNI Sansan Iskandar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya.

 

Potensi pengembangan kendaraan listrik roda dua juga ditopang oleh besarnya pasar sepeda motor di Indonesia. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan sepeda motor domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit. Jumlah tersebut menggambarkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan roda dua yang dapat menjadi peluang bagi perluasan penggunaan sepeda motor listrik.

 

Pemerintah menargetkan pengembangan sekitar 13 juta sepeda motor listrik hingga 2030, termasuk kendaraan listrik roda dua yang digunakan di jalan raya. Bamsoet menilai pencapaian sasaran tersebut harus dibarengi dengan penyediaan produk yang terjangkau, aman, nyaman, dan mudah dalam perawatan. Kepercayaan masyarakat, menurut dia, menjadi faktor penting dalam keberhasilan peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.

 

Selain memperluas pasar, Bamsoet menekankan pentingnya menjadikan industri kendaraan listrik sebagai penggerak ekonomi nasional. Indikator keberhasilannya mencakup peningkatan kapasitas manufaktur, terbukanya lapangan kerja, bertambahnya penggunaan komponen dalam negeri, serta berkurangnya ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor. Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, dan masyarakat.

 

Ia juga menyoroti rencana pemberian insentif pemerintah kepada perusahaan Indonesia yang mampu memproduksi satu juta sepeda motor listrik di dalam negeri. Kebijakan tersebut, menurut Bamsoet, perlu dirancang agar mendorong pertumbuhan kapasitas produksi sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.

 

Bamsoet mengingatkan agar insentif tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang terukur. Industri nasional diharapkan mampu menghasilkan kendaraan berkualitas dengan harga bersaing, menyerap lebih banyak tenaga kerja, serta mengembangkan teknologi secara mandiri. Dengan demikian, pertumbuhan produksi kendaraan listrik tidak justru mempertahankan ketergantungan tinggi terhadap komponen impor.

 

Berita diolah dari detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Logo ATM - GIF 02-Small

POPULER

REKOMENDASI

MUNGKIN ANDA MELEWATKAN INI

iklan02