Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meminta pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi tetap tenang menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang diklaim dilakukan kelompok Houthi. Ia mengingatkan para pekerja agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Mukhtarudin menegaskan, PMI perlu mengandalkan informasi dari sumber resmi, terutama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan otoritas setempat. Imbauan tersebut disampaikan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, penyebaran kabar yang tidak jelas kebenarannya berpotensi memperburuk situasi. Karena itu, pekerja migran diminta terus mengikuti perkembangan keamanan melalui saluran resmi perwakilan Indonesia di Arab Saudi.
Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI hingga Senin pagi, belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI), termasuk PMI, yang menjadi korban dalam dua serangan di Bandara Internasional King Khalid. Mukhtarudin menyebut korban dalam insiden tersebut berasal dari sejumlah negara, tetapi tidak ada WNI yang dilaporkan terdampak.
Meski demikian, pemerintah melalui perwakilan diplomatik Indonesia terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi sekaligus memastikan keselamatan WNI yang berada di negara tersebut.
Ketegangan meningkat setelah serangan pada Sabtu (10/10/2026) dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang hingga menyebabkan operasional bandara ditangguhkan. Serangan kembali terjadi pada Minggu (11/10/2026), menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Sementara itu, pada Senin pagi waktu setempat, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju Khamis Mushait, wilayah barat daya Arab Saudi.






Leave a Reply