satunurani.com – Pemerintah terus memperkuat pertahanan udara Indonesia melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satu kekuatan baru yang kini disiapkan TNI Angkatan Udara (TNI AU) adalah pesawat tempur Rafale produksi Dassault Aviation, Prancis.
Indonesia memesan total 42 unit Rafale. Hingga saat ini, enam unit telah diterima TNI AU, sementara pengiriman pesawat berikutnya akan dilakukan secara bertahap hingga diperkirakan rampung pada 2029. Sebanyak 18 unit dijadwalkan mulai menyusul pada 2027.
Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Tedi Rizalihadi mengatakan kesiapan Rafale tidak hanya bergantung pada jumlah pesawat, tetapi juga kesiapan pilot, teknisi, fasilitas, serta kemampuan operasional. TNI AU pun terus menyiapkan sumber daya manusia untuk mengoperasikan pesawat tempur tersebut secara optimal.
Sejumlah penerbang TNI AU telah dikirim ke Prancis untuk meningkatkan kemampuan penggunaan persenjataan dan taktik pertempuran udara. Di dalam negeri, pelatihan juga mulai disiapkan melalui fasilitas simulator penerbangan dan instruktur khusus di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Saat ini TNI AU telah memiliki delapan penerbang Rafale. Empat di antaranya sedang menjalani program konversi sebagai bagian dari proses peningkatan kemampuan untuk mengoperasikan pesawat tempur tersebut. Penyiapan personel juga mencakup teknisi dan unsur pendukung lainnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan enam Rafale bersama sejumlah alutsista strategis kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 18 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyerahkan pesawat Falcon 8X, Airbus A400M, rudal Meteor, smart weapon Hammer, serta radar GCI GM403.
Prabowo menegaskan modernisasi pertahanan merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik. Menurutnya, penguatan kekuatan militer diarahkan untuk menjaga wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia.
“Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” kata Prabowo.
Dengan bertambahnya Rafale secara bertahap, TNI AU kini menghadapi fase penting untuk membangun kemampuan operasional armada tersebut secara penuh. Kesiapan personel, fasilitas pemeliharaan, pelatihan, dan sistem pendukung menjadi bagian penting agar modernisasi alutsista dapat memberikan efek penangkal bagi pertahanan nasional.



















Leave a Reply