Denpasar – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku tidak khawatir jika dirinya dicopot dalam reshuffle kabinet yang kembali menjadi sorotan.
“Tidak ada (takut, red). Kalau saya takut, untuk apa saya ke Bali? Mending tunggu, lihat-lihat handphone di Jakarta saja. Nunggu kan biasa saja,” ujar Pigai di Denpasar, Bali, dikutip dari Antara, Sabtu (3/10/2026).
Pigai mengatakan pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, ia menyerahkan penilaian terhadap kinerjanya sepenuhnya kepada Presiden.
“Yang menilai itu Presiden. Presiden yang memiliki kapasitas, otoritas, hak prerogatif untuk menilai KPI (Key Performance Index) para menteri,” katanya.
Menurut Pigai, evaluasi menteri seharusnya berlandaskan data dan kinerja, bukan survei maupun penilaian wartawan. Ia meyakini Presiden memiliki dasar sendiri dalam menilai kinerja setiap menteri.
“Saya kemarin datang ke sini saya tidak pernah mikir posisi saya akan berubah atau tidak, saya kerja saja. Karena saya tahu Presiden yang menilai,” ujarnya.
Pigai menegaskan dirinya memilih fokus menjalankan tugas sebagai Menteri HAM dan tidak larut dalam spekulasi mengenai kemungkinan reshuffle.














Leave a Reply