Hello from MU plugin

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Ilegal di Bandung, 5 Orang Diamankan

Array
Komentar 0
791636_09232418102026_Kapolda_Jabar,_Irjen_Pol_Hengki_di_lokasi_penggerebekan_pabrik_produksi_obat_keras_ilegal_di_Pergudangan_Bizpark,_Kota_Bandung_Istimewa

satunurani.com – Polisi membongkar dugaan pabrik obat keras ilegal di kawasan pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat. Fasilitas tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga delapan juta butir obat per hari, dengan potensi hasil mencapai ratusan juta butir dari bahan baku yang ditemukan.

 

Pengungkapan kasus ini dilakukan Polda Jawa Barat bersama Satres Narkoba Polrestabes Bandung. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan lima orang berinisial P, R, MF, F, dan A, serta menyita ratusan ribu butir obat siap edar, bahan baku, dan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi obat keras.

 

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Hengki menjelaskan, penyelidikan bermula dari penangkapan seorang tersangka di Kilometer 125 Tol Purbaleunyi pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Dari penindakan itu, polisi menemukan 600.000 butir obat jenis Hexymer yang telah dikemas dan diduga siap diedarkan.

 

Pemeriksaan terhadap tersangka kemudian membawa penyidik ke tiga titik yang berdekatan di kompleks pergudangan Bizpark. Pengembangan yang berlangsung pada Sabtu hingga Minggu (18/10/2026) tersebut berujung pada penangkapan empat orang lainnya.

 

“Dari pengembangan hasil pemeriksaan, pada hari Sabtu lanjut sampai dengan hari Minggu kita mengamankan kembali di tiga TKP yang ada ini berdekatan semua di sekitar kompleks pergudangan Bizpark Kota Bandung,” ujar Hengki saat meninjau lokasi penggerebekan, Minggu.

 

Di dalam gudang, petugas menemukan mesin cetak, perangkat pemanas, drum berisi bahan prekursor, bahan baku dalam jumlah besar, serta sejumlah tempat penyimpanan. Material tersebut diduga menjadi bahan pembuatan obat keras, termasuk Hexymer dan Tramadol.

 

Menurut Hengki, data awal dari Kasat Narkoba Polrestabes Bandung menunjukkan peralatan di lokasi mampu menghasilkan sekitar delapan juta butir obat setiap hari. Sementara itu, bahan baku yang disita diperkirakan dapat menghasilkan hingga 256 juta butir apabila seluruhnya diolah.

 

Penyidik masih menyelidiki lamanya aktivitas di tempat tersebut. Informasi sementara menyebutkan gudang baru disewa sekitar 22 hari sebelum penggerebekan. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah kegiatan produksi memang baru dimulai atau telah berlangsung sebelumnya.

 

“Kita akan kembangkan. Apakah gudang ini sudah lama atau tidak, bisa saja sewanya dibuat seolah-olah baru. Kita belum tahu, mungkin sudah lama beroperasi. Kita akan dalami semua,” kata Hengki.

 

Selain menelusuri aktivitas produksi, polisi mendalami peran masing-masing orang yang diamankan. Mereka diduga memiliki tugas berbeda, mulai dari pembelian bahan, peracikan, pengantaran, hingga koordinasi pengiriman berdasarkan pesanan. Petugas turut menyita buku tabungan, sejumlah rekening, satu laptop yang diduga menyimpan data penjualan, serta puluhan telepon genggam.

 

Adapun 600.000 butir Hexymer yang ditemukan saat penangkapan di Tol Purbaleunyi diketahui rencananya dikirim ke Jakarta. Polisi kini menelusuri jalur distribusi dan kemungkinan peredaran obat tersebut ke daerah lain.

 

“Kalau melihat dari barang bukti, tidak hanya beredar di wilayah Jawa Barat saja. Ini sudah dibawa menuju Tol Purbaleunyi, akan menuju Jakarta. Mungkin akan digeser ke daerah-daerah lain, kita akan dalami,” pungkas Hengki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Logo ATM - GIF 02-Small

POPULER

REKOMENDASI

MUNGKIN ANDA MELEWATKAN INI

iklan02