BERSATU KITA KUAT

Sri Mulyani Kenang Masa Ospek: Jalan Jongkok-Masuk Kamar Mayat

Komentar 0
Foto: Lamhot Aritonang: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Foto: Lamhot Aritonang: Menkeu Sri Mulyani Indrawati

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) saat masuk kuliah. Kenangan itu dia unggah di Instagram resminya @smindrawati lengkap dengan foto-foto yang dikemas menjadi sebuah video pendek.

“Sebagai anak daerah yang lugu dan bahasa medhok, buta peta jalan Jakarta, naik Bemo dan mikrolet belum tahu harus turun dimana. Belum ada handphone dan Google map saat itu, namun selalu saja ada yang mau membantu,” tulis Sri Mulyani, dikutip dari Instagram @smindrawati, Sabtu (21/8/2021).

Sri Mulyani mengungkap tepat pada Agustus 1981 pertama kali menampakkan kakinya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah itu Ia menjalani Ospek minggu pertama yang diadakan di Glodok mulai dari jam 6 pagi hingga larut malam.

“Semua tugas senior, musykil dikerjakan. Setiap hari ada saja hukuman, jalan jongkok (squat jump), minum levertran yang amis (namun saya suka), masuk selokan, masuk kamar mayat, dan seterusnya, penderitaan sangat panjang serasa tiada berakhir. Lomba olah raga volley, malam seni, majalah dinding, api unggun finale merekatkan pertemanan,” lanjutnya.

Semasa Ospek itu, Sri Mulyani juga mengungkap ada lagu-lagu yang membakar semangat hingga ada lagu sombong menjadi mahasiswa/mahasiswi Ekonomi.

“Lagu-lagu untuk membakar semangat: “Economy goes marching in….All I want to be that number..Economy goes marching in. Ada juga Lagu Sombong :
..masuk saja Ekonomi..masuk saja Ekonomi..empat tahun jadi Sarjana, paling sial jadi Menteri..” tulisnya.

Selama lima tahun kuliah Sri Mulyani mengaku banyak belajar dari teknokrat senior. Selain itu Ia juga berkesempatan mengajar anak-anak TK, ikut pementasan hingga kompetisi Fakultas Ekonomi antar Kampus.

“5 tahun kuliah di Salemba UI, belajar dari teknokrat senior: Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, Prof Emil Salim, Prof Soemarlin, Prof Sadli. Ikut aktivitas Senat Mahasiswa Pekan Industri Rakyat (Kanira), Main Teater dua pementasan. Mengajar anak-anak TK sekitar kampus Salemba, ikut kompetisi Fakultas Ekonomi antara Kampus,” katanya

Menurutnya semasa kuliah, banyak alasan untuk mengeluh, turun semangat, galau, marah hingga menyerah. Tetapi, kala itu Ia mengaku memilih untuk tetap positif dan terus maju.

“Namun kita selalu bisa memilih menjadi manusia positif, berteman tanpa memilih, kompak bersama, berusaha menjadi lebih baik dan terus maju ke depan,” ujarnya.

Sri Mulyani pun mengutip pesan dari orang saat ia pertama kali akan pergi ke Jakarta untuk berkuliah. Nasihat itu diakui juga menjadi bekalnya.

“‘Jadi orang yang sabar, bersyukur, ikhlas dan jangan lupa sholat’ Itu bekal nasihat orang tua saat melepas saya di stasiun Tawang Semarang menuju Jakarta, untuk mulai mentas hidup. 40 tahun lalu, apakah waktu panjang atau singkat, tergantung perspektif melihat hidup,” tutupnya.

 

Sumber : https://finance.detik.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Selamat Hari Raya Idul Fitri Kapolres (Merah)
Logo ATM - GIF 02-Small

POPULER

REKOMENDASI

MUNGKIN ANDA MELEWATKAN INI

iklan02