MOJOKERTO, Satunurani.com – Minggu, (04/01/2026). Petirtaan Jolotundo dipercaya dibangun pada abad ke-10 oleh Raja Udayana dari Bali untuk pernikahan putranya, Airlangga, dengan putri Kerajaan Jawa. Airnya yang jernih berasal dari mata alami pegunungan dan dianggap suci oleh masyarakat setempat. Kolam pemandian terbagi dua: kolam pria (di sebelah barat) dan wanita (timur), dengan arsitektur batu andesit yang masih terjaga.
Pengunjung juga bisa menjelajahi gua meditasi di sekitar area atau menikmati panorama lereng gunung yang hijau. Pada pagi hari, kabut tipis sering menyelimuti lokasi, menambah kesan mistis.
“Kami terus berupaya melestarikan situs ini sembari meningkatkan fasilitas untuk wisatawan. Jolotundo bukan sekadar tempat wisata, tapi juga warisan budaya yang harus dijaga,” ujar Budi Santoso, Kepala Pengelola Petirtaan Jolotundo. ( Nur )








Leave a Reply