Hello from MU plugin

Rupiah Melemah ke Rp18.000, BI Ungkap Penyebabnya

Array
Komentar 0
images (13)

satunurani.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Rupiah bahkan sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS di tengah meningkatnya tekanan dari pasar keuangan global.

 

Berdasarkan data perdagangan yang dikutip sejumlah media, rupiah pada perdagangan pagi bergerak di kisaran Rp17.997 per dolar AS, melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp17.978 per dolar AS.

 

Tekanan berlanjut hingga siang hari. Data Bloomberg yang dikutip Antara menunjukkan rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Pada sekitar pukul 11.00 WIB, rupiah dilaporkan berada di kisaran Rp18.014 per dolar AS.

 

Bank Indonesia (BI) menjelaskan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan risiko fiskal. Kondisi tersebut turut diperburuk oleh kenaikan harga minyak dunia yang telah berada di atas US$108 per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.

 

Kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi global kemudian mendorong ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat lebih lanjut. Dampaknya terlihat pada kenaikan imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun yang mencapai 5,23 persen, level tertinggi sejak 2007.

 

Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri. BI mencatat meningkatnya kebutuhan valuta asing dari importir menjelang berakhirnya kuartal III turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar.

 

Arus keluar dana dari aset portofolio negara-negara emerging market juga menjadi faktor lain. Kondisi tersebut terjadi ketika imbal hasil obligasi mengalami kenaikan sehingga investor memiliki pertimbangan untuk mengalihkan dananya ke aset berdenominasi dolar AS.

 

Sebelumnya, rupiah telah ditutup melemah pada perdagangan Senin (28/9). Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Kontan, rupiah berakhir di level Rp17.978 per dolar AS, turun 0,42 persen dalam sehari. Sementara berdasarkan kurs JISDOR Bank Indonesia, rupiah berada di Rp17.965 per dolar AS, melemah 0,27 persen.

 

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong sebelumnya menyebut tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi faktor domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, meningkatnya permintaan dolar oleh importir menjadi salah satu tekanan, sedangkan dari eksternal terdapat perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia.

 

Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia memastikan tetap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan bank sentral terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga rupiah tetap sesuai fundamentalnya.

 

Intervensi dilakukan antara lain melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

 

BI juga menyebut pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan. Secara quarter-to-date, pelemahan rupiah tercatat sebesar 0,67 persen. Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

 

Reuters melaporkan BI juga menegaskan konsistensinya dalam melakukan intervensi pasar valuta asing untuk mempertahankan stabilitas rupiah setelah mata uang Garuda mencapai level terlemah sejak 4 Agustus 2026.

 

Dengan demikian, pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini tidak hanya berkaitan dengan penguatan dolar AS, tetapi juga dipengaruhi kombinasi kenaikan harga minyak, meningkatnya yield obligasi AS, kekhawatiran inflasi global, kebutuhan dolar dari importir, serta arus modal portofolio di pasar negara berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Logo ATM - GIF 02-Small

POPULER

REKOMENDASI

MUNGKIN ANDA MELEWATKAN INI

iklan02