Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan sekitar 48 juta keluarga atau 50 persen penduduk Indonesia terdaftar dalam Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Menurut Gus Ipul, salah satu tantangan perluasan program tersebut adalah rendahnya literasi digital sebagian masyarakat, terutama lansia, penyandang disabilitas, dan warga di daerah terpencil. Karena itu, pemerintah membutuhkan Agen Perlinsos untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bansos tetapi belum terdaftar.
“Tidak semua warga melek digital. Ada lansia, penyandang disabilitas, warga di daerah terpencil, justru yang paling membutuhkan, paling berisiko tertinggal. Keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi alasan mereka tidak terdaftar,” kata Gus Ipul saat membuka Rapat Tingkat Menteri (RTM) Perluasan Perlinsos di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Hingga saat ini, baru sekitar 5,6 juta keluarga atau 10 persen dari target yang terdaftar dalam Perlinsos Digital. Proses tersebut dibantu lebih dari 289 ribu Agen Perlinsos. Gus Ipul memperkirakan diperlukan sekitar 2,4 juta agen jika setiap agen rata-rata mendaftarkan 30 keluarga.
Untuk mempercepat perluasan, Kemensos mencanangkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Pemerintah mengajak ASN, pemerintah daerah, pendamping desa, penyuluh, BPS, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kelompok masyarakat menjadi Agen Perlinsos.
Pendaftaran agen dapat dilakukan melalui situs perlinsos.kemensos.go.id. Gus Ipul menegaskan, agen hanya membantu proses pendaftaran, sedangkan penentuan kelayakan penerima dilakukan oleh sistem agar penyaluran bansos tetap objektif.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan turut mendorong kementerian dan lembaga memperluas sosialisasi Agen Perlinsos. Pemerintah menargetkan pendataan Perlinsos Digital rampung akhir 2026 agar dapat digunakan untuk penyaluran bansos pada 2027.




















Leave a Reply