Hello from MU plugin

Pasien Meninggal Usai Dirawat, Keluarga Desak RS BHC Sumenep Buka Kronologi

Array
Komentar 0
IMG_20261015_134507-1

Sumenep – Keluarga pasien yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta manajemen rumah sakit memberikan penjelasan terbuka terkait proses penanganan medis yang dilakukan. Permintaan tersebut muncul setelah video perdebatan antara keluarga pasien dan seorang perawat beredar luas di media sosial.

 

Roni, kakak kandung pasien, menegaskan bahwa keluarga membutuhkan kejelasan mengenai kejadian yang dialami adiknya sebelum meninggal dunia. Ia berharap pihak rumah sakit menyampaikan kronologi secara utuh agar persoalan tersebut tidak terus berkembang berdasarkan potongan rekaman yang beredar.

 

Menurut Roni, sejumlah hal dalam video perlu dijelaskan, terutama terkait kondisi pasien yang mengalami muntah-muntah, tindakan terhadap infus, hingga keberadaan petugas saat kondisi pasien memburuk.

 

“Kami meminta pihak BHC Sumenep memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Adik kami sudah meninggal dunia. Kami berharap ada penjelasan yang jelas mengenai penanganan medis yang dilakukan sebelum kejadian ini berujung duka bagi keluarga kami,” ujar Roni.

 

Ia menilai persoalan tersebut perlu ditangani secara serius karena berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi rumah sakit. Keluarga, lanjutnya, tidak ingin polemik hanya berhenti sebagai perdebatan di media sosial tanpa adanya penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Sebelumnya, video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik yang diunggah akun TikTok @patah.tpi.kuat atau SaAeLau memperlihatkan seorang pria mempertanyakan tindakan medis yang diberikan kepada anggota keluarganya. Dalam rekaman tersebut, pria itu menyoroti kondisi pasien saat muntah-muntah, termasuk dugaan penghentian infus dan pasien yang disebut ditinggalkan.

 

Sementara itu, perawat dalam video tersebut menjelaskan bahwa pemberian obat dilakukan secara bertahap, termasuk obat untuk mengatasi muntah dan meredakan nyeri perut. Namun, percakapan antara keduanya tetap memicu perhatian publik, terlebih setelah pasien dikabarkan meninggal dunia.

 

Meski demikian, rekaman yang beredar belum cukup untuk memastikan apakah tindakan medis yang dipersoalkan memiliki kaitan dengan meninggalnya pasien. Penentuan penyebab kematian maupun ada atau tidaknya kelalaian dalam pelayanan medis memerlukan pemeriksaan menyeluruh berdasarkan catatan medis, keterangan pihak terkait, dan hasil evaluasi dari pihak berwenang.

 

Karena itu, keluarga berharap manajemen RS BHC Sumenep segera memberikan keterangan mengenai kronologi perawatan, prosedur medis yang diterapkan, serta hasil penelusuran internal jika pemeriksaan telah dilakukan. Penjelasan tersebut dinilai penting untuk menjawab pertanyaan keluarga sekaligus menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

 

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi dari manajemen RS BHC Sumenep terkait permintaan klarifikasi yang disampaikan Roni. Masyarakat pun masih menantikan penjelasan lengkap agar persoalan tersebut dapat dipahami berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan, bukan hanya dari perdebatan yang beredar di media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Logo ATM - GIF 02-Small

POPULER

REKOMENDASI

MUNGKIN ANDA MELEWATKAN INI

iklan02