Jakarta – Warga Jakarta Selatan, Amanda Andono, melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya saat acara Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026). Laporan tersebut dibuat di Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026) dan teregister dengan nomor LP/B/7547/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Amanda mengatakan, peristiwa bermula ketika acara Maulid Nabi menyalakan kembang api dengan suara keras hingga membuat anaknya terbangun dari tidur dan mengalami kejang. Karena khawatir, Amanda kemudian mendatangi lokasi untuk meminta kegiatan tersebut dihentikan.
Namun, setibanya di lokasi, Amanda mengaku justru ditanya mengenai agama dan status kependudukannya. Ia menyebut rumahnya berada sekitar 200-250 meter dari lokasi acara dan merasa berhak menyampaikan keberatan karena suara kembang api dinilai mengganggu.
“Saya ditanya apakah kamu muslim atau bukan, saya ditanya apakah warga sini atau bukan, sedangkan saya jelas-jelas warga sini,” kata Amanda di Polda Metro Jaya, Kamis (8/10/2026).
Amanda juga mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah orang di lokasi. Ia mengatakan dirinya diludahi, didorong, ditarik hingga terjatuh ke got. Bahkan, menurut pengakuannya, pakaian dalamnya sampai putus akibat kejadian tersebut.
Ia menyebut kejadian itu melibatkan beberapa orang. Amanda juga membantah tudingan dirinya sebagai provokator saat berada di lokasi acara.
Sebelumnya, Amanda bersama sejumlah warga dan pihak penyelenggara sempat menjalani mediasi. Namun, ia menilai hasil mediasi tersebut belum memuaskan karena hanya diwakili oleh RW dan LMK. Amanda menyebut dirinya bukan satu-satunya korban dalam peristiwa tersebut.
Atas kejadian itu, Amanda dan anaknya diarahkan menjalani visum di RS Polri Kramat Jati untuk mendukung laporan dugaan penganiayaan. Ia berharap polisi dapat mengusut secara menyeluruh dugaan pengeroyokan tersebut.














Leave a Reply