BERSATU KITA KUAT

Huzaifa Dadang: Kok Didampingi Wasekjen, Sekjennya Kemana?

Komentar 0
foto: Ketua PB PGRI yang membidangi Organisasi dan Kaderisasi (Kanan) dan Sekjen PB PGRI (Kiri)
foto: Ketua PB PGRI yang membidangi Organisasi dan Kaderisasi (Kanan) dan Sekjen PB PGRI (Kiri)

JAKARTA, Satunurani.com Senin, (19/06/2023). Amat disayangkan bahwa mosi tidak percaya yang disampaikan oleh beberapa Ketua PB PGRI Provinsi ditanggapi secara sangat emosional oleh Sdr. Prof Unifah Rosyidi selaku Ketua Umum PB PGRI.

Bahkan narasi yang dilontarkan oleh beliau pada saat Rakornas tanggal 15 Juni 2023 semakin menunjukkan bagaimana etika beliau dalam berkomunikasi yang dipenuhi dengan nada merendahkan, sinisme bahkan sarkastis, yang seharusnya ini amat perlu dihindari apalagi sebagai sosok pemimpin dari sebuah organisasi para pendidik.

Mosi tidak percaya yang dilontarkan oleh tidak hanya 1 atau 2 Provinsi saja semestinya menjadi bahan renungan, refleksi, dan muhasabah Sdr. Prof Unifah Rosyidi sekiranya beliau memang pemimpin yang memiliki kearifan.

Namun sekali lagi disayangkan bahwa reaksi beliau dan orang-orang yang di sekelilingnya yang terus menerus mengedarkan narasi dengan diksi yang menghina dan merendahkan orang lain menunjukkan dengan tegas siapa sesungguhnya beliau dan orang-orang di sekelilingnya.

Menanggapi suatu perbedaan pendapat harusnya dengan merangkul bukan memukul. Kalau memang apa yang disampaikan oleh beberapa Pengurus Provinsi dalam mosi tidak percaya tersebut tidak benar, ya dijawab saja item per item dan berikan bukti-bukti konkritnya, jangan malah jawaban melebar kemana-mana dan bahkan terkesan menghindar dengan melemparkan tuduhan bahwa ini adalah upaya menjatuhkan sang Ketua Umum. Timbulnya pertanyaan atau mosi tidak percaya dari beberapa pengurus di daerah menunjukkan bahwa ada hal yang mengganjal dalam sistem organisasi ini, hal ini perlu disikapi dengan bijak.

PGRI ini adalah organisasi besar milik para Guru dari seluruh wilayah tanah air, mulai dari tingkat Pusat yang dipimpin oleh Ketua Umum, Sekjend, para Ketua yang dipilih lansung oleh Kongres, sampai ke tingkat Provinsi, Kab/Kota, Cabang dan Ranting. Sedangkan Bendahara, Para Wakil Sekjend tidak dipilih lansung melainkan ditunjuk melalui rapat Pleno pimpinan.

Saya selaku Ketua yang salah satu tugasnya membidangi Organisasi dan Kaderisasi (hasil rapat Pleno pertama setelah Kongres XXII di Solo, 2019) sangat menyayangkan sikap Ketua Umum dalam menanggapi persoalan ini, saya sudah sering mengingatkan beliau agar arif dan bijaksana dalam menyikapi suatu persoalan, tapi malahan kita yang mengingatkan untuk kebaikan malah dituduh sebagai penghianat.

“Kemaren saya lihat di salah satu media, Unifah Rosidi bareng sama Wasekjen, Sekjennya kemana ? Terkait yang dilanggar dan yang disampaikan Mosi tidak percaya oleh beberapa pengurus Propinsi dijawab aja,” ujar Drs. Huzaifa Dadang AG, M.Si., Ketua PB PGRI yang membidangi Organisasi dan Kaderisasi. (SN01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA

ARTIKEL TERKAIT