BERSATU KITA KUAT

Kemah Akbar Di Bungku Barat Terpaksa Dibubarkan, Ada Peserta Reaktif

Komentar 0
foto: Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Morowali, Ashar Ma'ruf
foto: Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Morowali, Ashar Ma'ruf

MOROWALI, Satunurani.com – Minggu (20/02/2022). Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Morowali, menggelar perkemahan akbar Pramuka Penggalang dan Penegak di Lapangan Bumi Perkemahan Guru Jati Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, pada Sabtu 19 Februari 2022.

Upacara memperingati Hari Baden Powell ke-165 itu, dibuka oleh Bupati Morowali, Taslim didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, Ny Asnoni Taslim dan Kasdim 1311/Morowali, Mayor Inf David Lunta.

Awalnya, kegiatan itu direncanakan akan berlangsung selama 5 hari, yakni tanggal 18 hingga 22 Februari 2022 dengan mengusung Tema “Kabupaten Morowali Bangkit Berjuang Melawan Covid-19”, dan diikuti 640 peserta terdiri dari pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Morowali, Andalan Cabang, Pimpinan Instruktur dan Pamong Saka Satuan Karya Bakti Husada, Wirakartika, Dan Kalpataru, Ketua Kwartir Ranting, Andalan Ranting, Kepala Sekolah Selaku Ketua Mabigus, Pelatih, Pembina, pengurus dewan kerja cabang dan ranting, serta pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK/MA perwakilan kecamatan se Kabupaten Morowali.

Dalam perkemahan tersebut juga akan dilaksanakan berbagai lomba, antara lain lomba masakan non beras, pionering, Persatuan Baris Berbaris (PBB), dan banyak lomba lainnya yang diikuti Tingkat Siaga, Penggalang dan Tingkat Penegak.

Namun sangat disayangkan, kegiatan itu harus bubar karena ada peserta yang diduga positif terkonfirmasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Morowali, Ashar Ma’ruf yang dikonfirmasi pada Minggu 20 Februari 2022 menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dapat dilanjutkan disebabkan adanya peserta yang diduga terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan rapid antigen reaktif 1 orang.

“Atas dasar itulah kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap 10 persen dari jumlah peserta, yaitu dari jumlah keseluruhan peserta 640 orang dilakukan pemeriksaan secara acak terhadap 69 orang, dan hasilnya 12 orang yang dirapid antigen adalah reaktif, selanjutnya diputuskan bahwa kegiatan tersebut dengan terpaksa harus dihentikan karena semua peserta harus menjalani karantina di rumah masing-masing” tandas Ashar. (Bambang SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Selamat Hari Raya Idul Fitri Kapolres (Merah)
Logo ATM - GIF 02-Small

POPULER

REKOMENDASI

MUNGKIN ANDA MELEWATKAN INI

iklan02